« Samsung Galaxy Nexus Resmi Dijual di Indonesia | iPhone 4S Hadir di Indonesia 27 Januari »
Dua petinggi Research In Motion (RIM), produsen Blackberry yang menjabat sebagai co-CEO yaitu Balsillie dan Lazaridis memutuskan mundur dari posisinya. Kabar mundurnya Balsillie dan Lazaridis cukup mengejutkan publik. Para analis menduga, mundurnya dua petinggi RIM ini adalah puncak keruwetan internal RIM yang terendus sejak lama.
Pasca pengunduran tersebut, RIM langsung menunjuk Thorsten Heins sebagai CEO (Chief Executive Officer) yang semula menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO).
“Tiba waktunya dalam pertumbuhan setiap perusahaan sukses, ketika pendiri merasa harus melepas jabatan dan menyerahkannya pada kepemimpinan baru. Jim dan saya telah memberikan jajaran direksi bahwa sekaranglah saatnya,” kata Lazaridis.
Wall Street Journal, Senin (23/01/2012) melansir, Lazaridis dan Balsillie sudah cukup lama berada dalam tekanan para investor, sehingga harus melepas jabatannya. Namun meski mundur dari jabatan co-CEO, mereka tetap berada di posisi dewan direktur.
Sumber lain yang dikutip dari blog dan situs teknologi Boys Genius Report mengatakan, wacana menjual RIM ke Samsung kembali mengemuka di jajaran eksekutif RIM.
Namun dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal, calon CEO baru RIM Thorsten Heins menyatakan perusahaannya tidak untuk dijual. Meski demikian, peluncuran BlackBerry 10 nantinya potensial membuka pintu kesepakatan lisensi dengan vendor lain.
[Sumber: Detikinet]
Dilihat: 769Categories: Blackberry, Opini & Serba serbi
« Samsung Galaxy Nexus Resmi Dijual di Indonesia | iPhone 4S Hadir di Indonesia 27 Januari »